Santa Mars

Laki-laki, 18 tahun

Malang, Indonesia

Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak Menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu.
::
Start
Windows 8 SM Versi 3
Shutdown

Navbar3

Search This Blog

Showing posts with label Hukum. Show all posts
Showing posts with label Hukum. Show all posts

Tuesday, November 20, 2012

Jumlah Korban Terus Bertambah Dalam Serangan di Gaza

Pray for GAZA. Bertambah lagi dua orang korban Palestina tewas dalam serangan udara baru Israel di Gaza tengah, Senin (19/11/2012) kemarin. Total jumlah korban tewas atau meninggal akibat agresi Israel di Gaza dalam perang antara Israel dengan Palestina ini dalam enam hari saja sudah mencapai 101 orang.
"Dua orang yang mati syahid dalam serangan baru Israel di daerah sebelah timur (kamp pengungsi) al-Bureij dibawa ke rumah sakit al-Aqsa di Deir al-Balah," kata dinas pelayanan darurat dalam sebuah pernyataan.
Kedua orang itu tewas pada waktu hampir bersamaan dengan penyerangan pusat media menara Shuruq (yang kedua kali bangunan itu diserang Israel) yang menewaskan satu orang. Sumber-sumber Jihad Islam menyebut nama korban yang tewas dalam serangan GAZA ini adalah Ramez Harb, seorang komandan senior sayap bersenjata kelompok itu, Brigade Al-Quds.
Di tempat lain, dua orang tewas dalam pemboman terhadap kamp pengungsi Nusseirat di Gaza tengah, kata beberapa petugas medis. Seorang Palestina lagi tewas di sebelah timur Nusseirat dalam serangan terpisah. Belum ada pernyataan mengenai jati diri korban-korban lain.
Juga selama sore hari, satu orang tewas dan dua lain cedera dalam serangan rudal terhadap sebuah mobil di sebelah utara Kota Gaza. Hal itu disampaikan petugas-petugas medis tanpa mengidentifikasi korban. Sejumlah petugas kesehatan juga mengatakan, Ramadan Mahmud (22) meninggal akibat luka-luka yang dideritanya di kamp pengungsi Maghazi pada Ahad silam.
Tiga orang lagi tewas akibat luka-luka yang mereka derita dalam serangan. Namun kementerian kesehatan tidak memberikan penjelasan terinci mengenai jati-diri mereka. Dalam insiden lain, sebuah rudal menghantam sepeda-motor di sebelah timur Khan Yunis di Gaza selatan, menewaskan dua orang dan mencederai kritis seorang anak yang bersama mereka, kata dinas pelayanan ambulans Gaza. Kedua orang itu diidentifikasi sebagai Abdullah Abu Khater (30 tahun) dan Mahmud Abu Khater (32 tahun).
Beberapa petugas medis juga menyebutkan, serangan sebelumnya di Qarara di daerah yang sama menewaskan dua petani. Korban adalah Ibrahim al-Astal dan Obama al-Astal. Dalam serangan terhadap sebuah mobil di Kota Gaza selatan, seorang tewas dan tiga lain cedera, kata para pejabat, yang mengidentifikasi korban tewas sebagai Mohammed Shamalah (23 tahun). Sementara di Deir al-Balah di Gaza tengah, tiga orang tewas dalam serangan terhadap sebuah mobil dan mereka semua berasal dari keluarga yang sama--Amir Bashir, Tamal Bashir dan Salah Bashir.
Pada pagi hari, dua wanita dan seorang anak termasuk di antara empat orang yang tewas dalam serangan terhadap daerah Zeitun di Kota Gaza timur. Keempat korban itu adalah Nisma Abu Zorr (23 tahun), Mohammed Abu Zorr (5 tahun), Saha Abu Zorr (20 tahun) dan Ahid al-Qatati (35 tahun).
Petugas-petugas medis juga mengatakan, seorang pria ditemukan tewas di kota wilayah utara, Beit Lahiya, dan mengidentifikasi korban sebagai Abdel Rahman al-Atar, seorang petani berusia 50 tahun.
(AIS)/liputan6.com;foto:tribunnews

Sunday, September 16, 2012

Polisi Perkosa Dua Gadis di Bantul Yogyakarta

Sungguh sangat memalukan,

BANTUL – Seorang oknum Polantas Polres Bantul diduga memerkosa dua gadis secara bergantian. Lebih bejat lagi, perbuatan tersebut dilakukan di pos penjagaan di bawah ancaman pistol.

Oknum anggota polisi lalu lintas (polantas) berisial Briptu SLS ini dilaporkan dua korbannya, yaitu Ew,25, warga Gunungkidul dan Len,16, warga Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Keduanya kos di Panggungharjo, Kecamatan Sewon. Pelaku bertugas di Pos Penjagaan Perempatan Druwo,Jalan Parangtritis,Bantul. Kapolres Bantul AKBP Dewi Hartati menegaskan bila anggotanya nanti terbukti melakukan tindak pemerkosaan tersebut, maka akan dikenakan sanksi tegas berupa pemecatan.

“Kalau terbukti bersalah, kepolisian tidak segan melakukan pemecatan kepada yang bersangkutan,” ungkap Kapolres kemarin. Setelah para korban melapor ke Polda DIY, lanjut dia, Briptu SLS langsung ditahandi Mapolda guna pemeriksaan lebih lanjut. Kasus pemerkosaan sendiri pada Selasa (11/9) pukul 00.30 WIB. Sedangkan korban melaporkannya pada Kamis (13/9) lalu. Kejadian tersebut berawal sekitar satu bulan lalu saat keduanya yang berboncengan terjaring razia operasi lalu lintas.

Seperti para pengendara lainnya, korban dimintai surat-surat kelengkapan sepeda motor oleh Briptu SLS. Namun, korban tidak bisa menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Kemudian, kedua korban disuruh masuk ke dalam pos polisi dulu. Di dalam pos korban bukannya diberikan surat tilang, malah dimintai nomor telepon seluler (ponsel) dan langsung disuruh pergi.

Beberapa waktu kemudian, setiap kali kedua korban melintas di jalan itu Briptu SLS memintai uang kepada keduanya. Perbuatan ini dilakukan karena mengetahui mereka tidak memiliki SIM. Pada malam laknat itu, Selasa (11/9), Ew dan Len yang melintas di jalan tersebut dengan berboncengan langsung dihentikan oleh Briptu SLS.Pelaku mencabut kunci kontak motor. Terpaksa mereka mengikuti Briptu SLS masuk ke dalam pos penjagaan.

Saat itulah korban dipaksa untuk melayani nafsu bejat Briptu SLS di bawah ancaman pistol. Dikonfirmasi,kemarin pagi, Ew tidak mau mengatakan hal yang dialaminya secara detail. Hanya dia mengaku memang menjadi korban pemerkosaan. “Iya, saya (memang) menjadi korban pemerkosaan,”ucapnya. Sementara itu, kriminolog dari Universitas Janabadra, Hartanti menilai sejauh ini pembinaan di lingkup kepolisian sudah baik.

Namun, kejadian tersebut kembali menyebabkan nama baik kepolisian kembali disorot. Lebih lanjut dikatakan, latar belakang oknum tersebut juga berpengaruh terhadap aksi bejat yang diduga dilakukannya. Tindak pemerkosaan tersebut, kata dia,memang sudah sering dilakukan dan baru ketahuan sekarang,atau memang baru sekali dilakukan.

Namun Hartanti menambahkan, dalam kasus ini korban sendiri kurang berhati-hati.Yang perlu dipertanyakan adalah korban melintas di jalan tersebut pada malam hari.“Kadang (apa yang dilakukan korban) juga berpengaruh menimbul niat jahat (seseorang),”tambahnya. Terpisah, psikolog dari Universitas Sanata Dharma,Paulus Eddy mengungkapkan, kedua korban pasti akan merasakan trauma karena perilaku kekerasan seksual tersebut.

Untuk mengatasi trauma, saran dia, para korban membutuhkan peran pendamping agar bisa lebih cepat menerima kejadian itu. “Bebannya berat kalau sesuatu yang berharga seperti itu diambil secara paksa oleh orang lain.Korban akan merasakan stres, malu, mengasingkan diri,”pungkasnya. suharjono/ridho hidayat